Archive

Posts Tagged ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century’

Kontroversi Buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century’

December 29, 2009 Leave a comment

Ada sebuah buku yang telah membuat Istana kebakaran jenggot. Buku berjudul ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century’ yang ditulis oleh George Junus Aditjondro benar-benar menjadi fenomenal di akhir tahun ini.

Bagaimana tidak, buku tersebut konon berkisah tentang aliran dana ke sejumlah yayasan yang berhubungan langsung dengan Cikeas alias kediaman SBY. Pola seperti ini mengingatkan saya pada satu kata kramat di jaman Orde Baru yaitu ‘Cendana’.

Dulu, setiap hari kita mendengar kata ‘Cendana’ yang ditujukan untuk mewakili eksistensi keluarga almarhum mantan presiden Soeharto. Hari ini, kita mendengar kata ‘Cikeas’ yang secara representasi tentu merujuk kepada SBY dan keluarga maupun kroni-kroninya. Yah, apapun itu, tentu kata ‘Cikeas’ yang dimaksud adalah penguasa saat ini.

Buku yang peluncurannya menuai beragam kontroversi ini benar-benar merupakan kado akhir tahun bagi perlawanan korupsi di tanah air tercinta kita ini. Yang membuat saya heran adalah, sebelum buku ini benar-benar beredar luas di masyarakat, pihak Istana telah kebakaran jenggot duluan. Pihak-pihak yang disebut di dalam buku tersebut pun langsung bereaksi memberikan perlawanan dengan membantah apa yang ditulis di dalam buku tersebut mengenai mereka. Lucu memang, karena biasanya sifat yang kekanak-kanakan ini hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang memang bersalah. Saya pun belum membaca buku tersebut karena belum benar-benar di launching. Dan saya juga yakin banyak diantara teman-teman juga belum membaca buku tersebut. Tapi secara tidak langsung kita telah menangkap resensi buku tersebut dari pemberitaan di media.

Pihak Istana mengatakan bahwa mereka tidak akan melarang penerbitan buku tersebut, dan tidak akan mengambil tindakan hukum atas buku tersebut. Namun hal itu tentu bukan berarti mereka merasa tidak bersalah sehingga tidak memperdulikan buku tersebut. Bisa saja itu adalah salah satu bentuk pertahanan untuk melihat reaksi masyarakat. Walaupun pihak Istana tidak mengambil tindakan secara langsung, tapi Istana telah mengambil tindakan melalui instansi-instansi di bawah Istana. Pihak-pihak yang disebutkan di dalam buku tersebut sebagai penyalur dana ke beberapa yayasan yang berafiliasi dengan ‘Cikeas’ telah menentang penerbitan buku tersebut.

Ada satu hal yang menarik, saya membaca di media Detikcom bahwa ada pihak-pihak yang menantang penulis buku tersebut untuk mengatakan siapa sumber-sumber atau kontributor informasi di dalam buku tersebut yang konon di katakan adalah orang-orang yang terpercaya. Kalau saya pikir-pikir sih, untuk apa juga pihak-pihak tertuduh itu mau tahu siapa orang yang membeberkan aib mereka kepada sang penulis. Yang seharusnya mereka lakukan adalah memberikan bukti bahwa mereka tidaklah sedemikan buruknya seperti tertulis di dalam buku tersebut. Lagipula, tidak mungkin sang penulis membeberkan siapa saja sumber-sumber tersebut karena hal itu dapat mengancam keselamatan mereka.

Berikan saja alibi yang sejujur-jujurnya, dan buktikan dengan bukti yang terpercaya bahwa mereka tidak seburuk yang ditulis dalam buku tersebut. Buktikan saja bahwa mereka tidak terlibat korupsi dalam bentuk apapun. Gampang kan? Gitu aja kok repot…

Susah donk… kenapa susah? Susah karena mereka terlibat, susah karena bukti bersalahnya ketahuan sama orang lain, susah karena kalau rakyat tahu betapa bobroknya pemerintahan ini maka mereka akan kehilangan kekuasaan.

Mudah donk… kenapa mudah? Mudah karena memang tidak bersalah makanya tidak perlu takut. Bagaimanapun kan kebenaran pasti menang melawan kejahatan. Bagaimanapun suatu kebohongan yang ditutupi dengan kebohongan lainnya terus suatu saat pasti akan terbongkar, jadi kalau memang tidak berbohong kenapa juga harus takut… Mudah kan?

Nah… termasuk yang manakah mereka-mereka itu?
Kita nantikan saja babak selanjutnya pertarungan ‘Cikeas’ versus buku tersebut.

Advertisements